buku besar akuntansi

Contoh Buku Besar Akuntansi Dan Cara Membuatnya

 

Buku Besar

Membuat buku besar merupakan suatu hal penting dalam proses akuntansi. Sebelum membuat buku besar akuntansi sebaiknya kita memahami betul apa yang dimaksud dengan buku besar. Buku besar / Ledger adalah kumpulan akun-akun yang digunakan untuk meringkas transaksi yang telah dicatat dalam jurnal. Buku besar juga dapat diartikan tahapan catatan terakhir dalam akuntansi book of final entry yang menampung ringkasan data yang sudah dikelompokan atau diklasifikasikan yang berasal dari jurnal.

Akun buku besar kadang-kadang tidak mencerminkan data secara rinci, seperti rekening Utang, Piutang dan Persediaan Barang Dagang. Untuk mengetahui Utang, Piutang dan Persediaan Barang Dagang secara rinci, diperlukan rekening-rekening lain yang dikelompokkan dalam suatu buku atau kumpulan kartu-kartu yang disebut buku besar pembantu (subsidiary ledger).

Bentuk Buku Besar

Berdasarkan bentuknya buku besar dibagi menjadi 4 jenis, yaitu buku besar berbentuk T (sederhana), bentuk skontro, bentuk staffle, dan bentuk staffle berkolom rangkap (ganda). Pemilihan bentuk buku besar yang digunakan tergantung dari kebutuhan perusahaan yang diukur dari jumlah transaksi ataupun jumlah akun yang digunakan dengan memprtimbangkan faktor kecepatan dan keakuratan dalam mem-posting buku besar.

Contoh Bentuk Buku Besar

1. Buku Besar T

Buku Besar T

Sumber : http://apriantokuddy.blogspot.co.id/

Document

Rasakan Kenyamanan bisnis Bersama Zahir

Mengelola invoice, inventory, keuangan dalam satu aplikasi,
Monitor bisnis kapan saja dimana saja.

Ambil Free Zahir Senilai 799K Sekarang, Tanpa Syarat !

2. Buku Besar Skontro (Standar)
Buku Besar Standar (Skontro)

buku besar

Dalam melakukan pencatatan buku besar, Rekening yang ada di sisi debet neraca dicatat sebagai saldo debet dan rekening yang di sisi kredit neraca dicatat sebagai saldo kredit. Pencatatan tanggal terjadinya transaksi yang diambilkan dari tanggal transaksi pada jurnal, ke kolom tanggal rekening buku besar yang bersangkutan.

Pencatatan keterangan yang diambilkan dari keterangan/ uraian dari jurnal ke kolom keterangan pada rekening buku besar yang bersangkutan. Pencatatan jumlah debet dalam jurnal ke kolom debet rekening yang bersangkutan, dan mencatat jumlah kredit dalam jurnal ke kolom kredit rekening yang bersangkutan.

Pencatatan nomor halaman jurnal ke kolom referensi (Ref) rekening buku besar yang bersangkutan. Jika rekening dalam jurnal sudah dibukukan ke dalam rekening buku besar, di kolom referensi jurnal dicatat nomor kode rekening yang bersangkutan.

Jika digunakan rekening yang berbentuk tiga kolom atau empat kolom, carilah saldonya dengan cara membandingkan antara jumlah saldo dengan pencatatan transaksi tersebut. Pencatatan debet akan menambah saldo debet atau mengurangi saldo kredit, sedangkan pencatatan kredit akan mengurangi saldo debet atau menambah saldo kredit.

Macam-Macam Buku Besar

Setidaknya terdapat 4 macam buku besar yang dapat digunakan dan sesuai kebutuhan, meskipun tidak semua perusahaan menggunakan dengan nama yang sama, namun penggunaannya tetap sama. Berikut ini merupakan macam-macam buku besar yang ada.

    1. Buku Besar Umum (General Ledger)
      Buku besar umum yakni semua perkiraan yang saling berdiri sendiri dan ada dalam suatu periode tertentu seperti pada kas, piutang, persediaan utang dan modal. Perkiraan ini mengikhtisarkan suatu pengaruh transaksi terhadap perubahan aktiva, kewajiban dan modal perusahaan.
    2. Buku Besar Pembantu
      Buku besar pembantu seringkali disebut juga dengan istilah buku tambahan, yang didalamnya terdapat sekelompok rekening yang khusus untuk dapat mencatat piutang usaha dan utang usaha secara detail. Di sini, buku besar pembantu dibagi lagi menjadi dua jenis yaitu :
      – Buku Besar Pembantu Piutang Usaha
      Buku besar pembantu piutang usaha atau seringkali disebut juga sebagai buku piutang yang khusus merinci langganan kredit, kepada siapa perusahaan melakukan transaksi penjualan secara kredit, dimana lokasi alamat dan berapa jumlah transaksinya.
      – Buku Besar Pembantu Utang
      Buku besar pembantu utang atau seringkali disebut juga sebagai buku utang ini khusus mencatat tiap-tiap pemasok secara terperinci, siapa saja pemasok yang memberikan pinjaman kredit dan berapa jumlah utangnya.
    3. Buku Besar Debitur (Debtors Ledger)
      Berbeda dengan buku besar umum, debtors ledger ini hanya dapat mengumpulkan suatu informasi dari jurnal penjualan. Tujuan dari dibuatnya buku besar debitur ini adalah untuk dapat memberikan pengetahuan tentang pelanggan mana saja yang memiliki utang uang dalam bisnis dan berapa banyak jumlahnya.
    4. Buku Besar Kreditor (Creditors Ledger)
      Hampir sama dengan debtors ledger, buku besar ini juga hanya dapat mengumpulkan suatu informasi dari satu jurnal saja yaitu jurnal pembelian. Tujuan dari creditors ledger adalah agar dapat memberikan informasi pada pemasok mana saja kita berhutang uang dan berapa banyak.

Itu lah sedikit dari pemaparan kami mengenai Contoh Buku Besar Akuntansi dan Cara Membuatnya, yang mana di dalamnya kami sisipkan juga apa fungsi dan macam-macam buku besar. Ada masanya kita menggunakan buku untuk mengerjakan buku besar beserta laporan keuangan lainnya, lalu naik tingkat hingga kini semakin canggih lagi di mana bisa menggunakan software akuntansi yang semakin memudahkan Anda dalam membuat buku besar. Terlebih jika ingin mempersingkat waktu, software akuntansi ini bisa menjadi pilihan Anda di era yang serba ingin cepat ini.

 

laporan keuangan instan